Berita Dunia Terkini – Pemerintah Thailand resmi mengumumkan kenaikan biaya layanan bandara internasional atau Passenger Service Charge (PSC) sebesar 50 persen mulai 20 Juni 2026. Kebijakan ini langsung memengaruhi wisatawan asing yang bepergian melalui sejumlah bandara utama di Negeri Gajah Putih.
Kenaikan biaya tersebut menarik perhatian para pelancong internasional, termasuk wisatawan asal Indonesia yang menjadikan Thailand sebagai salah satu destinasi favorit di Asia Tenggara. Selain meningkatkan harga tiket pesawat, kebijakan baru ini juga berpotensi menurunkan minat wisatawan dengan anggaran terbatas.
Tarif Pajak Bandara Naik Drastis
Airports of Thailand (AOT) menaikkan tarif PSC internasional dari 730 baht menjadi 1.120 baht per penumpang. Jika dikonversikan ke rupiah, biaya tersebut naik dari sekitar Rp395 ribu menjadi lebih dari Rp600 ribu.
Kenaikan ini mencakup seluruh penumpang internasional yang terbang dari enam bandara utama, yaitu:
- Bandara Suvarnabhumi, Bangkok
- Bandara Don Mueang, Bangkok
- Bandara Internasional Phuket
- Bandara Internasional Chiang Mai
- Bandara Mae Fah Luang Chiang Rai
- Bandara Hat Yai
Pemerintah Thailand mulai menerapkan kebijakan tersebut pada 20 Juni 2026.
Thailand Fokus Tingkatkan Infrastruktur Bandara
Pihak AOT menjelaskan bahwa tambahan pendapatan dari kenaikan biaya bandara akan mendukung pengembangan infrastruktur penerbangan di Thailand. Pemerintah berencana memperluas terminal penumpang, meningkatkan sistem otomatisasi layanan bandara, dan memperbarui teknologi keamanan penerbangan.
Presiden AOT, Paweena Jariyathitipong, menegaskan bahwa biaya tersebut bukan pajak tambahan. Ia menyebut langkah ini sebagai upaya meningkatkan kualitas layanan dan fasilitas bandara dalam jangka panjang. Menurutnya, masih menawarkan biaya perjalanan yang kompetitif dibanding negara lain di Asia.
Kenaikan Tarif Dinilai Membebani Wisatawan
Sejumlah pengamat mengkritik kenaikan tarif yang mereka nilai terlalu tinggi. Mantan Wakil Gubernur Bangkok, Samart Ratchapolsitte, menyebut biaya baru tersebut lebih mahal dibanding beberapa bandara besar di Asia seperti Incheon di Korea Selatan dan Haneda di Jepang.
Ia juga memperingatkan bahwa wisatawan dengan budget terbatas akan merasakan dampak paling besar. Kenaikan biaya bandara hampir 400 baht diperkirakan mendorong harga tiket pesawat ke Thailand naik sekitar 7 hingga 10 persen.
Thailand Tetap Optimistis Sektor Pariwisata Tumbuh
Meski menuai kritik, pemerintah Thailand tetap optimistis jumlah wisatawan asing tidak akan turun signifikan. Thailand masih menjadi salah satu destinasi wisata paling populer di Asia karena menawarkan wisata budaya, kuliner, pantai, dan biaya liburan yang relatif terjangkau.
Selain kenaikan biaya bandara, Thailand juga menyiapkan kebijakan pungutan wisatawan asing atau tourist tax sekitar 300 baht per orang. Pemerintah menyusun langkah ini untuk meningkatkan kualitas sektor pariwisata dan memperkuat promosi wisata nasional.
Wisatawan Indonesia Perlu Siapkan Anggaran Tambahan
Wisatawan Indonesia yang berencana liburan ke Thailand setelah Juni 2026 perlu menghitung ulang anggaran perjalanan mereka. Maskapai kemungkinan langsung memasukkan biaya tambahan tersebut ke harga tiket internasional.
Karena itu, wisatawan sebaiknya memesan tiket lebih awal, memantau promo maskapai, dan menyiapkan dana tambahan agar biaya perjalanan tetap terkendali.
Sumber : CNN NEWS
