Berita Dunia Terkini – Pemerintah Korea Selatan menduga rudal anti-kapal milik Iran menyerang kapal kargo mereka di Selat Hormuz. Insiden tersebut semakin menambah ketegangan di kawasan Timur Tengah dan memicu kekhawatiran terhadap keamanan jalur pelayaran internasional.

Kapal Kargo korea Mengalami Ledakan

Kapal kargo HMM Namu mengalami ledakan dan kebakaran saat melintasi Selat Hormuz pada 4 Mei 2026. Beruntung, seluruh kru berhasil selamat dari insiden tersebut.

Kementerian Luar Negeri Korea Selatan menyebut rudal anti-kapal Iran kemungkinan besar memicu serangan itu. Saat ini, pemerintah masih melanjutkan penyelidikan untuk mencari pelaku dan mengetahui motif serangan.

Selat Hormuz Semakin Rawan

Selat Hormuz menjadi jalur penting perdagangan minyak dunia. Dalam beberapa waktu terakhir, konflik antara Amerika Serikat dan Iran membuat kawasan tersebut semakin tidak aman bagi kapal dagang internasional.

Iran Membantah Tuduhan

Pemerintah Iran dengan tegas membantah tuduhan Korea Selatan. Kedutaan Besar Iran di Seoul menegaskan bahwa Iran tidak terlibat dalam ledakan tersebut.Kementerian Luar Negeri menyebut rudal anti-kapal Iran kemungkinan besar memicu serangan itu. Saat ini, pemerintah masih melanjutkan penyelidikan untuk mencari pelaku dan mengetahui motif serangan.

Korea Selatan Siapkan Langkah Strategis

Pemerintah Korea Selatan mulai menyiapkan langkah strategis untuk melindungi kapal dagangnya. Selain itu, Seoul juga mempertimbangkan kerja sama keamanan maritim bersama Amerika Serikat di Selat Hormuz.

Ketegangan Ganggu Ekonomi Global

Ketegangan di Selat Hormuz berpotensi mengganggu distribusi minyak dunia dan menaikkan biaya logistik internasional. Bahkan, kondisi tersebut juga dapat memicu kenaikan harga minyak global.

Dunia Internasional Pantau Situasi

Berbagai negara terus memantau situasi di Selat Hormuz untuk mencegah konflik yang lebih besar. Serangan terhadap kapal Korea Selatan menunjukkan bahwa kawasan tersebut masih berada dalam kondisi rawan.

Sumber : CNN NEWS

By ALEXA