Berita Dunia Terkini – Konflik di Timur Tengah kembali memanas karena Israel terus menggempur Jalur Gaza dan Lebanon meski gencatan senjata masih berlaku. Serangan udara dan artileri berat yang muncul hampir setiap hari memicu kekhawatiran dunia internasional terhadap potensi perang yang lebih luas di kawasan tersebut.

Israel Terus Gempur Gaza dan Lebanon

Militer Israel terus menjalankan operasi di sejumlah wilayah Gaza dan Lebanon selatan. Pasukan Israel menggempur kawasan tersebut melalui serangan udara, tembakan artileri, dan operasi darat dengan alasan memburu Hamas dan Hizbullah. Namun, serangan itu juga menewaskan dan melukai banyak warga sipil.

Di Lebanon, tetap meluncurkan serangan hanya beberapa jam setelah pihak terkait mengumumkan perpanjangan gencatan senjata. Ledakan dan serangan udara menghancurkan sejumlah wilayah di Lebanon selatan serta memaksa warga meninggalkan rumah mereka.

Gaza Jadi Pusat Konflik israel

Jalur Gaza masih menjadi pusat konflik paling panas. Israel terus menggempur sejumlah kawasan yang mereka anggap sebagai basis Hamas. Kondisi kemanusiaan di Gaza semakin memburuk karena warga kesulitan memperoleh makanan, air bersih, listrik, dan layanan kesehatan.

Sepanjang April 2026, tercatat ratusan kali melanggar gencatan senjata di Gaza. Rentetan serangan itu menambah jumlah korban jiwa dan korban luka di wilayah tersebut.

Banyak pihak menilai operasi militer yang terus berlangsung memperkecil peluang perdamaian. Organisasi kemanusiaan internasional juga terus mendesak semua pihak agar menghormati gencatan senjata dan menghentikan kekerasan terhadap warga sipil.

Ketegangan Meningkat di Lebanon

Selain Gaza, Lebanon juga menghadapi serangan berulang dari Israel. Wilayah selatan Lebanon yang berbatasan langsung dengan Israel menjadi titik paling rawan karena Hizbullah aktif di kawasan tersebut.

Pemerintah Lebanon menuduh Israel berkali-kali melanggar kesepakatan gencatan senjata yang Amerika Serikat mediasi sebelumnya. Di sisi lain, Israel menyatakan serangan itu bertujuan mencegah ancaman dari Hizbullah.

Ketegangan di perbatasan Israel-Lebanon memaksa ribuan warga sipil mengungsi demi menghindari serangan lanjutan. Kondisi itu juga meningkatkan kekhawatiran dunia terhadap kemungkinan meluasnya konflik regional di Timur Tengah.

Dunia Internasional Desak Penghentian Serangan

Sejumlah negara dan organisasi internasional mulai menyoroti dugaan pelanggaran gencatan senjata oleh Israel. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan berbagai negara terus meminta semua pihak menahan diri dan kembali menempuh jalur diplomasi.

Pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon atau UNIFIL juga melaporkan gangguan serta kerusakan fasilitas pemantauan selama konflik berlangsung. Situasi tersebut berpotensi memperburuk stabilitas keamanan di kawasan perbatasan.

Meski berbagai pihak terus mendorong diplomasi, serangan yang masih berlangsung menunjukkan bahwa proses perdamaian di Gaza dan Lebanon masih menghadapi tantangan besar. Jika kekerasan terus berlanjut, konflik berpotensi berkembang menjadi perang regional yang lebih besar dan sulit dikendalikan.

Sumber : CNN NEWS

By ALEXA