Berita Dunia Terkini – Rusia kembali melancarkan serangan besar ke Ukraina dengan menggunakan rudal hipersonik terbaru bernama Oreshnik. Serangan yang berlangsung pada Minggu (24/5) itu menargetkan sejumlah wilayah di Ukraina, termasuk ibu kota Kyiv dan kota Bila Tserkva. Penggunaan rudal hipersonik tersebut menjadi salah satu eskalasi paling serius dalam konflik yang telah berlangsung lebih dari empat tahun.
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, menyampaikan bahwa Rusia meluncurkan ratusan drone dan puluhan rudal dalam satu malam. Menurutnya, serangan itu menghantam fasilitas sipil seperti pasar, bangunan tempat tinggal, hingga infrastruktur penyediaan air.
Rudal Hipersonik Oreshnik Jadi Perhatian Dunia
Rudal Oreshnik menarik perhatian dunia internasional karena mampu melesat dengan kecepatan lebih dari 10 kali kecepatan suara. Rusia mengembangkan senjata tersebut dengan teknologi yang membuat sistem pertahanan udara konvensional sulit mencegatnya. Dalam beberapa operasi militer sebelumnya, Rusia juga pernah menggunakan rudal serupa, tetapi serangan terbaru ini menjadi salah satu penggunaan terbesar Oreshnik sejak perang dimulai.
Militer Ukraina melaporkan bahwa mengerahkan sekitar 600 drone dan 90 rudal dalam serangan tersebut. Pasukan pertahanan udara Ukraina berhasil mencegat sebagian besar serangan, tetapi beberapa rudal tetap menghantam sasaran dan memicu kerusakan besar di sejumlah wilayah. Ledakan terdengar di berbagai distrik Kyiv dan memaksa warga berlindung di stasiun metro bawah tanah.
Ukraina Nilai Rusia Tingkatkan Eskalasi Perang
Pemerintah Ukraina menilai penggunaan rudal hipersonik Oreshnik menunjukkan upaya untuk meningkatkan eskalasi perang secara signifikan. Zelensky menyebut langkah Rusia sebagai tindakan berbahaya karena menyerang area sipil dan menggunakan senjata dengan kemampuan membawa hulu ledak nuklir.
Sebelum serangan berlangsung, intelijen Ukraina bersama negara-negara Barat telah mendeteksi persiapan Rusia untuk meluncurkan serangan besar menggunakan Oreshnik. Sejumlah laporan media internasional juga menyebut tengah menyiapkan langkah balasan setelah serangan drone Ukraina di wilayah pendudukan Rusia.
Negara-Negara Eropa Kecam Serangan Rusia
Serangan Rusia memicu kecaman dari sejumlah negara Eropa. Presiden Prancis, Emmanuel Macron, mengkritik penggunaan rudal hipersonik tersebut dan menyebut langkah sebagai eskalasi berbahaya dalam perang Ukraina. Ia juga menilai serangan terhadap warga sipil memperlihatkan konflik yang semakin sulit terkendali.
Selain Prancis, beberapa negara anggota NATO ikut meningkatkan kewaspadaan terhadap perkembangan teknologi senjata. Kekhawatiran itu muncul setelah Moskow memamerkan pengerahan rudal Oreshnik ke Belarus pada akhir tahun lalu.
Serangan Rusia Timbulkan Korban dan Kerusakan
Serangan besar-besaran Rusia menimbulkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur di berbagai wilayah Ukraina. Otoritas setempat mencatat sedikitnya empat orang meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka-luka akibat rentetan rudal dan drone yang menghantam kawasan permukiman.
Selain korban jiwa, serangan itu juga merusak bangunan tempat tinggal, sekolah, pasar, dan berbagai fasilitas publik lainnya. Konflik Ukraina hingga kini terus memanas tanpa tanda-tanda akan segera berakhir. Penggunaan rudal hipersonik Oreshnik menunjukkan bahwa perang kini memasuki fase baru dengan ancaman teknologi persenjataan yang semakin canggih dan mematikan.
Sumber : CNN NEWS
