Varanasi: Kota Suci di India Tempat Orang Menanti KematianVaranasi: Kota Suci di India Tempat Orang Menanti Kematian

Berita Dunia Terkini – Pernah mendengar tentang Kota Varanasi? Kota ini terletak di negara bagian Uttar Pradesh, India, sekitar 692 km di tenggara New Delhi, dan 320 km dari Lucknow. Kota ini juga dikenal dengan beberapa nama lain, seperti Benares, Benaras, atau Kashi.

Varanasi berdiri megah di tepi Sungai Gangga, sungai paling suci bagi umat Hindu. Letaknya yang strategis di sepanjang aliran Gangga menjadikan kota ini pusat berbagai aktivitas religius, budaya, dan spiritual selama ribuan tahun.

Ghat Varanasi: Tangga Menuju Kesucian

Daya tarik utama Varanasi adalah ghat-nya — deretan tangga yang mengarah langsung ke Sungai Gangga.
Di sinilah umat Hindu melakukan berbagai ritual, mulai dari mandi suci, upacara keagamaan, hingga kremasi jenazah.

Salah satu ghat paling terkenal adalah Dashashwamedh Ghat, tempat berlangsungnya upacara Ganga Aarti setiap malam. Upacara ini menampilkan pemandangan spektakuler: api obor, mantra, dan musik religius yang berpadu dengan suasana spiritual sungai Gangga.

Kuil-Kuil Suci di Varanasi

Selain ghat, Varanasi juga di penuhi kuil megah dan bersejarah. Yang paling terkenal adalah Kuil Kashi Vishwanath, yang di dedikasikan untuk Dewa Siwa. Kuil ini menjadi salah satu dari dua belas Jyotirlinga, tempat paling suci bagi umat Hindu.

Bangunan-bangunan candi, istana, dan rumah ibadah menjulang di tepi air, menghadirkan pemandangan khas India kuno yang menakjubkan.

Sejarah Panjang Kota Cahaya

Nama Kashi berasal dari kata Sansekerta Kāś, yang berarti “bersinar”, sehingga Varanasi di kenal sebagai “Kota Cahaya”.
Kota ini di yakini sudah ada sejak 1800 SM, menjadikannya salah satu kota tertua di dunia yang masih di huni hingga kini.

Dalam mitologi Hindu, Varanasi disebut sebagai kota yang di dirikan oleh Dewa Siwa sendiri. Sejarah mencatat bahwa pada masa Kekaisaran Maurya dan Gupta, Varanasi berkembang pesat sebagai pusat perdagangan, pendidikan, dan spiritualitas.

Jejak Agama Buddha dan Jainisme

Varanasi juga menjadi saksi penting lahirnya dua ajaran besar dunia — Buddhisme dan Jainisme. Di Sarnath, tidak jauh dari Varanasi, Siddhartha Gautama (Buddha) memberikan khotbah pertamanya setelah mencapai pencerahan. Sementara itu, Tirthankara Parshvanatha, tokoh penting dalam Jainisme, diyakini lahir di Varanasi.

Masa Penaklukan dan Kebangkitan Kembali

Selama abad ke-12, kota ini sempat mengalami masa sulit akibat penaklukan Islam. Banyak kuil hancur dan para sarjana Hindu berpindah ke daerah lain. Namun, pada masa Kaisar Mughal Akbar, banyak kuil di bangun kembali, dan Varanasi kembali menjadi pusat kebudayaan dan spiritualitas India.

Pada abad ke-18, Varanasi berdiri sebagai kerajaan merdeka bernama Kerajaan Benares, sebelum akhirnya menjadi bagian dari India modern setelah kemerdekaan pada tahun 1947.

Tempat Orang Datang untuk Mati

Salah satu hal paling unik dari Varanasi adalah kepercayaan bahwa meninggal dan di kremasi di sini membawa pembebasan abadi, yang di sebut moksha.

Dalam ajaran Hindu, moksha berarti terlepas dari siklus kelahiran dan kematian (samsara).
Bagi banyak umat Hindu, meninggal di Varanasi di anggap sebagai jalan menuju kedamaian abadi — bebas dari penderitaan duniawi.

Karena keyakinan ini, banyak orang lanjut usia dan orang sakit datang ke Varanasi untuk menanti ajalnya dengan damai, berharap bisa mencapai moksha di tepi Sungai Gangga.

Kota Festival dan Kehidupan Abadi

Varanasi tak hanya tentang kematian, tapi juga tentang kehidupan spiritual yang bergelora.
Setiap tahun, jutaan peziarah datang untuk menghadiri festival besar seperti:

  • Diwali – Festival Cahaya

  • Holi – Festival Warna

  • Maha Shivaratri – Pemujaan Dewa Siwa

  • Dev Deepawali – Perayaan khusus bagi Sungai Gangga

Kota ini adalah simbol keabadian spiritual, tempat di mana hidup dan mati berpadu dalam harmoni yang suci.

Penutup: Kota Suci yang Tak Pernah Padam

Varanasi bukan hanya destinasi wisata, tapi perjalanan spiritual bagi siapa pun yang datang.
Di sinilah, kehidupan, kematian, dan pembebasan bersatu dalam satu napas suci.

Seperti cahaya yang tak pernah padam, Kota Varanasi terus bersinar sebagai lambang keabadian dan ketenangan jiwa — kota yang menjadi gerbang menuju moksha.

Sumber : Youtube

By ALEXA