Berita Dunia Terkini – India di kenal sebagai negara dengan berbagai macam agama dan sekte, masing-masing memiliki tradisi dan ritual yang khas. Beberapa ritual dalam sekte-sekte agama ini terkadang sangat berbeda dari yang biasa kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa sekte ini bahkan di kenal karena praktik-praktik yang di anggap ekstrem dan tidak biasa, seperti yang terjadi dalam sekte Agori dan Digambara dalam agama Jainisme. Dalam artikel ini, kita akan membahas lebih dalam tentang sekte-sekte ini, ritual mereka, dan makna di balik praktik keagamaan mereka.
Sekte Agori: Ritual yang Tidak Biasa dan Vulgar
Di India, salah satu sekte yang di kenal memiliki ritual yang sangat berbeda adalah sekte Agori. Sekte ini terkenal dengan praktik-praktik keagamaan yang melibatkan hal-hal yang sering kali di anggap tidak biasa atau bahkan vulgar. Agori adalah sekte yang mempraktikkan ritual-ritual yang ekstrem, salah satunya adalah berhubungan dengan tubuh manusia.
Para pengikut sekte Agori, yang sering kali melakukan ritual di tempat-tempat terpencil. Percaya bahwa mereka harus melakukan berbagai tindakan yang di anggap tabu atau menjijikkan oleh masyarakat umum. Mereka berpandangan bahwa dengan melakukan ritual-ritual ini, mereka dapat mencapai pencerahan spiritual dan pembebasan dari keterikatan duniawi.
Digambara: Biksu Tanpa Pakaian dalam Agama Jainisme
Selain sekte Agori, ada juga sekte Digambara dalam agama Jainisme yang terkenal dengan ritual uniknya. Dalam ajaran Digambara, para biksu dan pemimpin sekte di wajibkan untuk hidup tanpa pakaian. Meskipun mereka mengklaim tidak bugil, melainkan mengenakan “pakaian alam.” Mereka percaya bahwa tubuh manusia adalah bagian dari alam, dan mengenakan pakaian berarti melanggar ajaran yang diajarkan oleh Mahavira, pendiri agama Jainisme.
Para biksu Digambara hanya memiliki dua harta benda yang di anggap penting dalam kehidupan mereka, yaitu bulu merak dan sebuah kendi untuk minuman. Konsep ini bermula pada abad ke-10 Masehi. Saat sekte ini terbentuk sebagai reaksi terhadap kelaparan yang melanda India pada masa pemerintahan Chandragupta Maurya. Praktik ini bertahan dan menjadi bagian dari ajaran yang lebih besar mengenai kesederhanaan dan penolakan terhadap dunia material.
Ritual Memotong Rambut: Sebuah Tanda Pengorbanan
Di luar ritual pakaian, agama Jainisme juga di kenal dengan ritual ekstrem lainnya, yaitu pemotongan rambut sebagai bagian dari proses spiritual. Anak perempuan yang lahir dalam keluarga Jain dan memilih untuk menjadi biarawati harus rela rambutnya di cabut satu per satu sebagai simbol pengorbanan. Tindakan ini di anggap sebagai cara untuk membuktikan bahwa mereka tidak terikat pada duniawi dan tidak merasa sakit meskipun mereka merasakannya secara fisik.
Menurut ajaran Jain, rambut di anggap sebagai simbol ilusi dan keterikatan manusia terhadap dunia materi. Dengan mencabut rambut, mereka di anggap melepaskan diri dari keinginan dan keterikatan tersebut, yang menjadi langkah penting dalam mencapai kebebasan spiritual.
Puasa Ekstrem dalam Jainisme: Menyucikan Diri Menuju Moksha
Salah satu praktik yang paling mencolok dalam Jainisme adalah puasa ekstrem yang di kenal dengan nama Sallekhana. Dalam ritual ini, seorang penganut Jain akan melakukan puasa sampai tubuhnya lemas dan akhirnya meninggal dunia. Praktik ini di anggap sebagai cara untuk menyucikan diri dan mencapai pembebasan spiritual. Atau moksha, dengan meninggalkan segala bentuk keinginan duniawi.
Sallekhana sering di lakukan oleh mereka yang sudah lanjut usia, menderita sakit parah, atau yang ingin menarik diri dari dunia fana. Praktik ini bukan hanya sekadar cara untuk mengakhiri hidup. Tetapi juga sebagai langkah untuk memperbaiki hubungan dengan sesama makhluk hidup dan meningkatkan kesadaran spiritual.
Fesival Digambara: Momen Introspeksi Spiritual
Setiap tahun, sekte Digambara merayakan sebuah festival penting yang disebut Paryushana. Festival ini biasanya berlangsung selama sepuluh hari, pada bulan Agustus atau September. Merupakan waktu untuk introspeksi, penyucian diri, dan pemurnian pikiran, perkataan, dan perbuatan. Bagi umat Jain, festival ini merupakan momen terpenting dalam setahun untuk mencapai kesadaran spiritual yang lebih tinggi dan mengurangi keterikatan duniawi.
Pada festival ini, para pengikut Jain di harapkan untuk meningkatkan kesadaran mereka tentang kehidupan dan mencapai kedamaian batin dengan melakukan refleksi mendalam terhadap hidup mereka.
Kesimpulan: Keunikan Ritual Agama di India
India adalah rumah bagi berbagai tradisi agama dan sekte dengan ritual yang sangat beragam dan unik. Dari sekte Agori yang di kenal dengan praktik ekstrem dan tidak biasa. Hingga Digambara dalam Jainisme yang mempraktikkan kesederhanaan dan pengorbanan diri, masing-masing sekte memiliki cara mereka sendiri untuk mendekatkan diri kepada Tuhan dan mencapai pencerahan spiritual.
Meskipun ritual-ritual ini mungkin terlihat asing atau bahkan mengejutkan bagi sebagian orang, bagi penganutnya. Hal-hal tersebut adalah bagian integral dari perjalanan spiritual mereka. Ini menunjukkan betapa kaya dan beragamnya tradisi keagamaan di dunia. Di mana setiap agama dan sekte memiliki cara unik dalam menyampaikan pesan moral dan spiritual mereka.
Sumber : youtube.com