Berita Dunia Terkini – Perdana Menteri Inggris Keir Starmer akan bertemu dengan Presiden China Xi Jinping dalam sebuah pertemuan tingkat tinggi yang menarik perhatian dunia internasional. Pertemuan ini menjadi sinyal kuat bahwa Inggris mulai membuka kembali dialog yang lebih intens dengan China, setelah kedua negara mengalami ketegangan dalam beberapa tahun terakhir.
Di bawah kepemimpinan Starmer, Inggris mengubah pendekatan diplomasi dengan menekankan pragmatisme dalam hubungan luar negeri, terutama di tengah dinamika global yang semakin kompleks.
Kepentingan Ekonomi Mendorong Kedekatan
Faktor ekonomi mendorong Inggris untuk mendekat ke China. China menempati posisi sebagai salah satu mitra dagang terbesar Inggris, khususnya dalam sektor manufaktur, teknologi, energi hijau, dan pendidikan. Di tengah perlambatan ekonomi global dan tantangan pasca-Brexit, Inggris membutuhkan pasar serta investasi baru untuk menjaga pertumbuhan ekonomi.
Dalam pertemuan tersebut, Starmer dan Xi kemungkinan membahas kerja sama perdagangan, investasi infrastruktur, serta kolaborasi dalam isu perubahan iklim. Pemerintah Inggris berharap hubungan yang lebih stabil dengan China dapat mendatangkan manfaat ekonomi jangka panjang tanpa mengorbankan kepentingan nasional.
Inggris Tetap Soroti Isu Keamanan dan HAM
Meski menunjukkan sikap lebih terbuka, Inggris tetap memberi perhatian pada isu keamanan nasional dan hak asasi manusia. Dalam pertemuan dengan Xi Jinping, Starmer diperkirakan akan menyampaikan kekhawatiran Inggris mengenai situasi di Hong Kong, Xinjiang, serta ancaman keamanan siber.
Pemerintah Inggris memilih pendekatan yang lebih diplomatis dengan mengedepankan dialog langsung daripada konfrontasi terbuka. Strategi ini bertujuan menjaga komunikasi sekaligus mempertahankan sikap tegas Inggris dalam isu-isu prinsipil.
Respons Internasional dan Tantangan Domestik
Langkah Inggris untuk mendekat ke China menarik perhatian para sekutu, terutama Amerika Serikat dan negara-negara Eropa. Beberapa pihak menilai kebijakan ini berpotensi memengaruhi keselarasan sikap Barat terhadap China.
Di dalam negeri, kebijakan tersebut juga memicu perdebatan politik. Oposisi dan kelompok masyarakat sipil terus mengawasi arah hubungan Inggris–China agar pemerintah tidak hanya mengejar keuntungan ekonomi semata.
Diplomasi Inggris Mengarah ke Keseimbangan Baru
Pertemuan antara Keir Starmer dan Xi Jinping mencerminkan upaya Inggris untuk menjalankan peran yang lebih seimbang di panggung global. Sambil mempertahankan hubungan transatlantik, Inggris berupaya memperluas pengaruhnya melalui keterlibatan aktif dengan kekuatan besar lain seperti China.
Ke depan, hasil pertemuan ini akan menjadi indikator penting apakah Inggris benar-benar memasuki fase baru dalam hubungan dengan China atau hanya melakukan penyesuaian strategi menghadapi realitas geopolitik global.
Sumber : CNN NEWS
