Persaingan Global: Amerika Serikat dan CinaPersaingan Global: Amerika Serikat dan Cina

Berita Dunia Terkini – Di tengah dunia yang semakin terhubung oleh teknologi canggih dan perdagangan global yang terus berkembang, ketegangan antara dua raksasa dunia, Amerika Serikat dan Cina, semakin memanas. Keduanya telah lama menjadi kekuatan utama yang mempengaruhi tatanan global, tetapi sekarang, mereka bukan lagi sekadar mitra dagang. Ketegangan yang ada antara keduanya sekarang terasa seperti babak baru dari perang dingin, meskipun dengan nuansa yang sangat berbeda.

Cina Bangkit: Transformasi dari Negara Tertutup menjadi Raksasa Ekonomi

Sejak akhir 1970-an, Cina mulai mengalami reformasi besar-besaran di bawah kepemimpinan Deng Xiaoping. Perubahan ini membuka pintu bagi Cina untuk bertransformasi menjadi ekonomi terbesar kedua di dunia. Bergabung dengan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) pada 2001, Cina memanfaatkan globalisasi untuk mengekspor barang murah ke seluruh dunia dan mengumpulkan kekayaan yang belum pernah mereka miliki sebelumnya.

Namun, transformasi Cina tidak berhenti hanya pada ekonomi. Pada 2012, Xi Jinping menjadi pemimpin dan memperkenalkan visi besar yang dikenal dengan “Mimpi Cina”. Visi ini menandakan bahwa Cina tidak lagi hanya ingin mengikuti aturan dunia yang ada, tetapi ingin menjadi pemimpin global yang dapat menentukan sendiri aturan permainan.

Inisiatif Sabuk dan Jalan (BRI): Strategi Besar Cina untuk Menjadi Pemimpin Global

Salah satu langkah besar dalam mewujudkan ambisi global Cina adalah peluncuran Inisiatif Sabuk dan Jalan (BRI) pada 2013. Proyek ini dirancang untuk menempatkan Cina sebagai pusat perdagangan dunia dengan membangun infrastruktur seperti jalan, rel kereta, dan pelabuhan di lebih dari 140 negara. Dengan dana lebih dari 1 triliun USD, BRI telah menjadi simbol ambisi Cina untuk mendominasi jalur perdagangan global.

Proyek ini tidak hanya berfokus pada infrastruktur tetapi juga memperkuat pengaruh Cina di Asia, Afrika, dan Eropa. Pelabuhan seperti Guadar di Pakistan dan kereta cepat Jakarta-Bandung di Indonesia adalah bukti nyata dari ambisi Cina untuk menjadikan dirinya pusat perdagangan dunia.

Teknologi dan Persaingan Global: Huawei vs. Apple dan Dominasi AI

Teknologi menjadi salah satu arena utama dalam persaingan antara Amerika Serikat dan Cina. Huawei, perusahaan teknologi asal Cina, sempat mengalahkan Apple dalam hal penjualan ponsel pada pertengahan 2020. Ini merupakan momen besar di mana Cina menunjukkan bahwa mereka bisa bersaing dengan raksasa teknologi Amerika.

Namun, ketegangan ini semakin memanas ketika Amerika Serikat memberlakukan sanksi terhadap Huawei pada 2019, membatasi akses perusahaan tersebut terhadap layanan Google dan pasokan chip yang sangat penting. Walaupun penjualannya menurun drastis, Huawei masih terus menjadi pesaing berat bagi Apple. Persaingan ini pun berlanjut dalam bidang kecerdasan buatan (AI), di mana Cina menunjukkan kemajuan pesat dengan teknologi DeepSek dan inovasi lainnya.

Titik Panas dalam Konflik Global Amerika Serikat dan Cina

Selain di bidang teknologi, persaingan ini juga mencakup wilayah geostrategis, salah satunya adalah Laut Cina Selatan. Wilayah perairan ini sangat penting karena menjadi jalur perdagangan internasional yang vital. Cina mengklaim hampir 90% kawasan ini sebagai miliknya dan membangun pulau-pulau buatan serta mengerahkan angkatan laut untuk memperkuat klaim tersebut.

Amerika Serikat dan sekutunya seperti Jepang dan Australia menentang klaim ini dan sering mengirimkan kapal perang dalam operasi kebebasan navigasi. Ketegangan memuncak pada Januari 2025, ketika kapal-kapal Cina dan Amerika hampir bertabrakan di dekat kepulauan Spartley. Insiden ini menggambarkan betapa rapuhnya perdamaian di wilayah tersebut.

Perbedaan Ideologi dan Dampaknya pada Ekonomi Global

Di balik ketegangan yang ada, terdapat perbedaan ideologi yang semakin tajam antara Amerika Serikat dan Cina. Amerika sering kali menyoroti pelanggaran hak asasi manusia di Cina, seperti penindasan terhadap Muslim Uighur di Xinjiang dan pelanggaran demokrasi di Hong Kong. Sebaliknya, Cina menanggapi dengan menuding Amerika terjebak dalam masalah internal, seperti rasisme dan perpecahan politik.

Ketegangan ideologi ini juga mempengaruhi ekonomi kedua negara. Sejak 2024, Cina bahkan mengungguli Amerika Serikat dalam hal paritas daya beli, yang semakin memperburuk persaingan antara kedua negara. Pada awal 2025, Amerika memberlakukan tarif baru terhadap barang-barang Cina, yang langsung dibalas oleh Cina dengan sanksi terhadap perusahaan-perusahaan Amerika seperti Apple dan Tesla. Dampaknya, harga barang melonjak, perusahaan tertekan, dan konsumen di kedua negara merasakan dampak dari ketegangan ini.

Perang Dingin Era Baru: Amerika Serikat dan Cina

Namun, situasi sekarang jauh berbeda dibandingkan dengan perang dingin yang dulu terjadi antara Amerika Serikat dan Uni Soviet. Saat itu, kedua negara berada dalam blok yang benar-benar terpisah, dengan sedikit interaksi ekonomi. Kini, Amerika Serikat dan Cina sangat saling bergantung dalam perdagangan global. Cina adalah mitra dagang utama bagi Amerika, dan banyak perusahaan Amerika yang bergantung pada manufaktur di Cina.

Oleh karena itu, pemisahan ekonomi antara kedua negara, meskipun sering dibicarakan, sangat sulit untuk diwujudkan. Pada perang dingin yang lama, tujuannya jelas: satu pihak harus kalah. Namun, dalam perang dingin era baru ini, Cina tidak berusaha untuk menghancurkan Amerika. Sebaliknya, mereka ingin menggantikan posisi Amerika sebagai kekuatan dominan, tanpa harus berperang secara terbuka.

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Cina

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Cina adalah salah satu dinamika besar yang membentuk dunia saat ini. Meskipun tidak ada tembok besar yang memisahkan mereka seperti pada perang dingin dulu, ketegangan ini tetap ada. Teknologi, perdagangan, dan politik global kini terhubung dengan ketegangan ini, yang mungkin tanpa kita sadari, memengaruhi hampir setiap aspek kehidupan kita sehari-hari. Dunia yang kita kenal saat ini adalah medan perang dalam diam antara dua raksasa yang saling berusaha untuk mendominasi.

Sumber : Youtube

By ALEXA