Berita Dunia Terkini –Militer Indonesia kembali mencuri perhatian dunia setelah Global Firepower (GFP) menempatkan Indonesia di peringkat ke-13 militer terkuat di dunia. Selain itu, pencapaian ini menunjukkan bahwa kekuatan militer Indonesia mampu melampaui Jerman dan Israel, dua negara yang terkenal memiliki teknologi pertahanan modern.

Dengan demikian, Indonesia menegaskan peningkatan signifikan dalam kemampuan pertahanan, baik melalui penguatan personel, persenjataan, maupun kesiapan operasional di wilayah yang luas.

Faktor-faktor yang Mengangkat Peringkat Indonesia

1. TNI Mengandalkan Jumlah Personel yang Besar

TNI mempertahankan jumlah personel aktif dan cadangan yang sangat besar. Akibatnya, Indonesia mampu menjaga stabilitas keamanan di wilayah kepulauan yang sangat luas.

2. Pemerintah Mempercepat Modernisasi Alutsista

Pemerintah terus memperbarui alat utama sistem senjata (alutsista). Indonesia membeli dan mengembangkan pesawat tempur, kapal perang, kapal selam, serta kendaraan tempur modern. Oleh karena itu, modernisasi ini meningkatkan kemampuan tempur dan kesiapan pertahanan nasional.

3. TNI AL Memperkuat Armada Laut

Sebagai negara kepulauan, Indonesia mengandalkan kekuatan laut untuk menjaga jalur perairan strategis. TNI AL menambah kapal baru, meningkatkan patroli, dan memperkuat sistem navigasi. Dengan langkah-langkah ini, TNI AL mampu mengamankan perairan yang menjadi jalur perdagangan internasional.

4. Industri Pertahanan Dalam Negeri Terus Berkembang

Banyak perusahaan pertahanan nasional seperti PT Pindad, PT PAL, dan PT Dirgantara Indonesia meningkatkan kapasitas produksi alutsista. Selain itu, pemerintah mendukung industri ini untuk memperkuat kemandirian pertahanan dan mengurangi ketergantungan pada impor.

Indonesia Mengungguli Jerman dan Israel

Dalam laporan GFP, Indonesia berhasil menyalip Jerman dan Israel. Kedua negara tersebut dikenal unggul dalam teknologi pertahanan. Namun, Indonesia mencetak skor lebih tinggi berkat kombinasi kekuatan personel, kemampuan mobilisasi, dan keunggulan geografis.

Dengan kata lain, Indonesia tidak hanya mengandalkan teknologi, tetapi juga mengoptimalkan strategi pertahanan komprehensif yang mencakup darat, laut, dan udara.

Tantangan dan Arah Penguatan Ke Depan

Indonesia tetap menghadapi beberapa tantangan, seperti kebutuhan mengganti alutsista tua, meningkatkan riset pertahanan, serta memperkuat koordinasi antar matra TNI. Meski begitu, pemerintah terus menambah anggaran pertahanan dan memperluas kerja sama internasional untuk mempercepat peningkatan kekuatan militer.

Kesimpulan

Peringkat ke-13 dunia menegaskan bahwa Indonesia terus memperkuat fondasi pertahanan nasional. Secara keseluruhan, kombinasi modernisasi alutsista, jumlah personel besar, dan posisi geografis strategis membuat Indonesia semakin kuat dan berpengaruh di kawasan maupun dunia. Pada akhirnya, pencapaian ini membuktikan bahwa arah pembangunan pertahanan Indonesia bergerak di jalur yang tepat.

Sumber : CNN NEWS

By ALEXA