Kota Roma: Sejarah Panjang dari Zaman Kuno hingga ModernKota Roma: Sejarah Panjang dari Zaman Kuno hingga Modern

Berita Dunia Terkini – Kota Roma, yang dijuluki Urbs Aeterna atau Kota Abadi, merupakan salah satu kota paling ikonik di dunia. Terletak di tepi Sungai Tiber, Roma telah menyaksikan lebih dari 2.700 tahun sejarah, bertransformasi dari perkampungan kecil menjadi pusat kekaisaran, agama, dan budaya global.

Roma bukan hanya saksi sejarah, tetapi juga aktor penting dalam membentuk peradaban Barat. Kota ini sering disebut sebagai tempat lahirnya budaya Kristen Barat dan pusat Gereja Katolik Roma.

Asal Usul Roma: Legenda Romulus dan Remus

Kisah berdirinya Roma dimulai dengan legenda Romulus dan Remus, dua saudara kembar yang disusui oleh seekor serigala dan mendirikan kota pada tahun 753 SM.
Romulus kemudian memilih Bukit Palatin sebagai lokasi pendirian kota setelah membunuh Remus dalam perselisihan.

Secara arkeologis, Roma awalnya hanyalah perkampungan kecil seluas 10–20 hektar di antara tujuh bukit Roma, yaitu Palatin, Aventin, Kapitolin, Esquilin, Caelian, Quirinal, dan Viminal. Lokasinya yang strategis di tepi Sungai Tiber menjadikan Roma pusat perdagangan penting di Italia kuno.

Roma pada Masa Republik (509–27 SM)

Setelah penggulingan Raja Tarquinius Superbus, bangsa Romawi mendirikan Republik Romawi. Sistem pemerintahan berubah menjadi oligarki yang dipimpin oleh dua konsul dan diawasi oleh Senat.

Pada masa ini, Roma memperluas wilayahnya melalui kampanye militer dan menaklukkan wilayah seperti Kartago, Yunani, dan Galia (Prancis). Periode republik juga menyaksikan munculnya konflik sosial antara bangsawan (patrisian) dan rakyat biasa (plebeian), serta meningkatnya kekuasaan jenderal seperti Julius Caesar.

Pembunuhan Julius Caesar pada 44 SM menjadi titik balik menuju berdirinya Kekaisaran Romawi.

Kejayaan Kekaisaran Romawi

Pada 27 SM, Octavianus menerima gelar Augustus dan menjadi kaisar pertama Romawi. Di bawah kepemimpinannya, Roma menjadi ibu kota kekaisaran yang membentang dari Inggris hingga Mesir. Populasi kota mencapai sekitar 1 juta jiwa, menjadikannya salah satu kota terbesar dunia kuno.

Pencapaian Arsitektur dan Budaya

Beberapa karya monumental dari masa ini antara lain:

  • Kolosseum – amfiteater megah berkapasitas 50.000 penonton.

  • Pantheon – kuil dengan kubah revolusioner yang masih berdiri hingga kini.

  • Sistem Akuaduk seperti Aqua Claudia yang memasok air bersih ke seluruh kota.

  • Pemandian Umum (Thermae) yang menjadi pusat kehidupan sosial.

Perkembangan Agama

Awalnya masyarakat Roma menganut politeisme, namun pada abad ke-4 M, Kaisar Konstantinus mengesahkan agama Kristen melalui Edik Milano (313 M). Sejak saat itu, Roma berkembang sebagai pusat spiritual dunia Kristen.

Keruntuhan Kekaisaran dan Abad Pertengahan

Setelah masa kejayaan, kekaisaran mulai melemah akibat krisis ekonomi, invasi bangsa barbar, dan pembagian kekuasaan antara wilayah barat dan timur.
Pada 476 M, Kekaisaran Romawi Barat runtuh, dan Roma kehilangan status politiknya, meski tetap berpengaruh melalui Gereja Katolik.

Selama Abad Pertengahan, kota menyusut secara drastis, banyak bangunan kuno hancur atau dijarah, dan Forum Romanum berubah menjadi padang rumput. Namun, peran spiritual Roma tetap kuat sebagai pusat Negara Gereja (756 M).

Renaisans: Roma Bangkit Kembali

Pada abad ke-15 dan ke-16, Era Renaisans menghidupkan kembali Roma sebagai pusat seni dan budaya. Paus seperti Julius II dan Leo X mendukung proyek besar seperti pembangunan Basilika Santo Petrus dan Kapel Sistina dengan karya Michelangelo dan Bernini.

Roma menjadi simbol keindahan dan keagungan Katolik, sekaligus pusat diplomasi dan seni Eropa.

Dari Risorgimento hingga Roma Modern

Pada abad ke-19, gerakan nasionalisme Risorgimento menyatukan Italia. Tahun 1870, Roma resmi menjadi ibu kota Italia yang baru bersatu. Konflik antara Paus dan pemerintah Italia berakhir dengan Perjanjian Lateran (1929) yang menetapkan Vatikan sebagai negara merdeka.

Pada abad ke-20, Roma menjadi pusat politik Italia. Masa pemerintahan Benito Mussolini membawa proyek pembangunan besar, namun juga menyisakan luka akibat Perang Dunia II.

Roma Saat Ini: Simbol Peradaban Barat

Kini, Kota Roma (Roma Capitale) memiliki luas 1.285 km² dan populasi sekitar 2,8 juta jiwa. Roma modern menggabungkan kemajuan teknologi dengan pelestarian warisan kuno.
Kota ini menjadi rumah bagi:

  • Negara Vatikan

  • Pemerintahan pusat Italia

  • Universitas dan lembaga internasional

  • Situs warisan dunia UNESCO

Roma tetap menjadi simbol peradaban Barat dan destinasi wisata sejarah terpenting di dunia.

Kesimpulan

Sejarah Kota Roma adalah perjalanan panjang tentang kebesaran, kejatuhan, dan kebangkitan. Dari legenda Romulus dan Remus hingga Roma modern, kota ini terus menjadi inspirasi bagi dunia — bukti bahwa warisan peradaban tidak pernah benar-benar hilang.

Sumber : Youtube

By ALEXA