Berita Dunia Terkini – Laut Baltik bukanlah perairan biasa. Selain menjadi jalur perdagangan yang penting, laut ini juga merupakan pusat infrastruktur krusial yang menopang kehidupan modern di Eropa. Kabel telekomunikasi, saluran listrik, dan pipa gas yang menghubungkan berbagai negara, semuanya melewati perairan ini. Namun, keberadaan infrastruktur vital ini kini terancam oleh serangkaian insiden mencurigakan yang semakin meresahkan. Eropa perlu segera mengambil langkah-langkah untuk melindungi laut yang penuh potensi bahaya ini.
Kapal Tanker yang Terombang-Ambing
Salah satu insiden terbaru melibatkan kapal tanker minyak Eventin yang sedang dalam perjalanan dari Ust-Luga, Rusia, menuju Port Said, Mesir. Kapal ini membawa hampir 100.000 ton minyak, tetapi mengalami kegagalan daya dan kerusakan kemudi saat menghadapi cuaca buruk dengan angin kencang dan gelombang setinggi 2,5 meter. Beruntung, kapal tersebut berhasil ditarik ke tempat aman di dekat pulau Rügen, Jerman, untuk mencegah potensi bencana. Insiden ini bukan yang pertama, karena pada waktu yang bersamaan, kapal tanker Jazz yang juga membawa minyak dari Rusia mengalami kerusakan mesin di lokasi yang berdekatan.
Armada Bayangan Rusia yang Mencurigakan
Semua kapal yang terlibat dalam insiden ini memiliki keterkaitan dengan armada bayangan Rusia. Armada ini terdiri dari kapal-kapal tua dengan standar pemeliharaan yang di ragukan dan terdaftar di negara-negara dengan regulasi yang lemah. Kapal Eventin, yang berlayar dengan bendera Panama dan di miliki oleh Wanta Shipping dari Dubai, hanya dapat di hubungi melalui mesin penjawab, menambah kecurigaan terhadap operasi yang kurang transparan. Tak hanya itu, kapal-kapal ini juga dicurigai sengaja merusak kabel bawah laut yang sangat vital, seperti kabel C-Lion 1 yang menghubungkan Finlandia dan Jerman, serta kabel EstLink 2 yang menghubungkan Finlandia dan Estonia.
Kerusakan Kabel dan Potensi Ancaman Ekologis
Kerusakan pada kabel bawah laut semakin meningkatkan kekhawatiran akan ancaman terhadap infrastruktur digital dan energi Eropa. Insiden lainnya termasuk kapal Eagle S yang merusak kabel listrik EstLink 2. Selain itu, kapal-kapal ini membawa minyak dalam jumlah besar yang jika terjadi kecelakaan, bisa menimbulkan bencana ekologis besar di Laut Baltik. Seperti pada Maret 2024, kapal tanker minyak Andromeda Star hampir menabrak kapal tak berawak di perairan Denmark. Beruntung, kapal tersebut tidak membawa minyak, jika tidak, tumpahan minyak bisa membahayakan kehidupan laut dan industri pariwisata di kawasan tersebut.
Langkah-Langkah Keamanan Eropa dan NATO
Untuk mengatasi ancaman ini, NATO telah mengambil langkah konkret untuk meningkatkan keamanan di Laut Baltik. Pasukan dari 15 negara NATO sepakat untuk memperkuat langkah-langkah perlindungan terhadap infrastruktur bawah laut yang vital. Salah satu upaya yang di lakukan adalah dengan menguji coba drone pengintai bawah laut untuk memantau dan memastikan keamanan kabel dan pipa yang ada. NATO juga melakukan latihan manuver dengan kapal fregat dan pesawat patroli. Selain itu, opsi penguburan pipa dan kabel di bawah dasar laut dengan bahan-bahan yang lebih kuat di pertimbangkan untuk melindungi mereka dari kerusakan lebih lanjut. Sebagai langkah terakhir, penggunaan umpan untuk membingungkan para penyabotase juga sedang di pertimbangkan untuk menghadapi potensi serangan.
Laut Baltik kini berada di garis depan dalam hal perlindungan infrastruktur vital Eropa, dan setiap insiden yang terjadi menambah urgensi untuk mengamankan wilayah ini dari potensi ancaman yang semakin meningkat.
Sumber : Youtube