Eksplorasi Kota Cusco: Keindahan, Sejarah, dan Warisan Inca yang Tak TerlupakanEksplorasi Kota Cusco: Keindahan, Sejarah, dan Warisan Inca yang Tak Terlupakan

Berita Dunia Terkini – Kota Cusco, yang terletak di jantung pegunungan Andes, adalah kota yang kaya akan sejarah dan budaya. Sebagai ibu kota kerajaan Inca yang legendaris, kota ini menjadi saksi bisu peradaban megah yang pernah menguasai sebagian besar Amerika Selatan. Selain itu, Cusco juga di kenal sebagai salah satu kota terhuni tertinggi di dunia. Dengan keindahan arsitektur kuno, budaya yang terus hidup, dan situs-situs bersejarah yang memikat. Kota Cusco adalah tempat yang menghubungkan masa lalu dan masa depan. Dari reruntuhan Machu Picchu hingga jalanan berbatu yang masih terasa atmosfer sejarahnya, Cusco menjadi destinasi wisata utama yang penuh daya tarik.

Ketinggian dan Geografi Cusco

Cusco terletak di bagian tenggara Peru, di kelilingi oleh pegunungan tinggi dan sungai-sungai yang mengalir. Kota ini berada pada ketinggian 3.000 meter di atas permukaan laut (MDPL), menjadikannya salah satu kota dengan oksigen tipis yang sering menyebabkan wisatawan mengalami gejala sakit ketinggian. Di kelilingi oleh lembah-lembah subur dan sungai-sungai kecil seperti Huatanay, Huancaro, dan Chunchullmayo, kota Cusco memiliki sistem terasering khas Inca yang memungkinkan penduduk setempat bertani dengan sukses meskipun berada di ketinggian yang ekstrem. Ini adalah contoh luar biasa dari ketahanan dan kecanggihan teknik pertanian suku Inca.

Dari Era Killke hingga Era Inca

Wilayah Cusco memiliki sejarah panjang yang dimulai jauh sebelum era Inca. Sekitar tahun 900 hingga 1200 M, wilayah ini dihuni oleh budaya Killke, yang membangun benteng megah seperti Sacsayhuaman. Pada abad ke-13, suku Inca memperluas wilayah ini, dengan Manco Capac sebagai pemimpin pertama yang mendirikan kota Cusco dan menjadikannya ibu kota kerajaan Inca pada abad ke-15. Di bawah pemerintahan Pachacuti Inca Yupanqui, Cusco berkembang pesat menjadi pusat politik, budaya, dan spiritual yang mendunia.

Penaklukan Spanyol dan Perubahan Besar

Pada tahun 1533, penjelajah Spanyol yang dipimpin oleh Francisco Pizarro menaklukkan Cusco, menandai berakhirnya era kejayaan Inca. Pizarro mendirikan pemerintahan Spanyol di Cusco dan menghancurkan banyak kuil serta istana Inca untuk membangun kota baru. Meskipun banyak bangunan asli yang hancur, batu-batu dari bangunan Inca masih terlihat dalam struktur arsitektur kolonial yang dibangun oleh para penjajah.

Perpaduan Arsitektur Kolonial dan Inca

Cusco adalah kota yang memadukan pengaruh budaya Inca dan Spanyol. Setelah invasi Spanyol, gereja-gereja besar di bangun di setiap sudut kota sebagai simbol agama Katolik yang di bawa oleh para penjajah. Namun, meskipun banyak bangunan baru di bangun di atas reruntuhan Inca, arsitektur Inca tetap dapat di temukan di berbagai sudut Cusco. Salah satu contoh terbaik adalah Qoricancha, Kuil Matahari, yang masih berdiri kokoh hingga sekarang sebagai salah satu situs paling penting dalam budaya Inca.

Kehidupan Sosial dan Budaya Kota Cusco

Cusco memiliki keragaman etnis dan budaya yang kaya. Sebagian besar penduduknya adalah keturunan suku Quechua, yang masih mempertahankan bahasa dan tradisi mereka hingga kini. Selain itu, terdapat pula komunitas Mestizo, campuran antara Eropa dan penduduk asli, serta imigran dari berbagai wilayah Peru. Bahasa yang paling umum di gunakan di Cusco adalah Spanyol dan Quechua, yang tetap di pertahankan oleh banyak penduduk asli.

Keajaiban Alam dan Pariwisata di Kota Cusco

Cusco bukan hanya di kenal karena sejarahnya, tetapi juga karena keindahan alam yang mengelilinginya. Kota ini menjadi gerbang utama menuju situs-situs bersejarah Inca, termasuk Machu Picchu, yang terkenal di seluruh dunia sebagai salah satu dari Tujuh Keajaiban Dunia Modern. Cusco sendiri menerima lebih dari 2 juta pengunjung setiap tahun, menjadikannya salah satu tujuan wisata terpopuler di Peru. Pariwisata telah menjadi sektor penting bagi perekonomian kota ini, selain sektor pertanian yang terus berkembang.

Warisan Filosofi dan Hukum Inca

Selain sebagai pusat politik dan spiritual, Cusco juga memiliki sistem hukum yang unik. Salah satu tradisi yang masih di ingat hingga kini adalah salam yang biasa di ucapkan oleh penduduk Cusco, yaitu “Ama Sua, Ama Quella, Ama Lulla,” yang berarti jangan berbohong, jangan mencuri, dan jangan malas. Ini adalah prinsip moral yang di ajarkan oleh bangsa Inca, dan meskipun zaman telah berubah. Nilai-nilai ini tetap menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Cusco.

Kesimpulan: Cusco, Kota yang Tak Pernah Kehilangan Pesonanya

Kota Cusco adalah kota yang kaya akan sejarah, budaya, dan keindahan alam. Sebagai ibu kota kerajaan Inca dan pusat spiritual dunia, Cusco tidak hanya menjadi saksi kejayaan masa lalu tetapi juga tempat di mana masa depan dan masa lalu bertemu. Dari arsitektur spektakuler hingga warisan budaya yang mendalam, Cusco tetap menjadi salah satu kota paling menarik dan menawan di dunia. Jika Anda memiliki kesempatan untuk mengunjungi kota ini, Anda akan merasakan perpaduan unik antara sejarah kuno dan kehidupan modern yang penuh warna.

Sumber : youtube.com

By ALEXA