Negara-Negara dengan Durasi Puasa Ramadan Terpendek dan TerpanjangNegara-Negara dengan Durasi Puasa Ramadan Terpendek dan Terpanjang

Berita Dunia Terkini –  Puasa Ramadan adalah salah satu ibadah yang dil aksanakan oleh umat Muslim di seluruh dunia, dengan durasi yang bervariasi tergantung pada lokasi geografis. Durasi ini di pengaruhi oleh posisi suatu negara terhadap khatulistiwa serta fenomena alam seperti perbedaan waktu terbit dan tenggelamnya matahari. Di beberapa negara, umat Muslim dapat berpuasa dalam waktu yang cukup singkat, sementara di negara lain, puasa berlangsung jauh lebih lama. Mari kita simak negara-negara dengan durasi puasa terpanjang dan terpendek di dunia.

Durasi Puasa Terpendek: Negara-Negara di Kawasan Timur Tengah dan Afrika

Di negara-negara bagian Timur Tengah dan Afrika, durasi puasa umumnya lebih pendek di bandingkan dengan negara-negara yang terletak di garis lintang yang lebih tinggi. Misalnya, di Somalia, umat Muslim hanya akan berpuasa selama sekitar 13 jam. Hal ini di sebabkan oleh posisi geografis negara tersebut yang lebih dekat ke garis khatulistiwa, di mana perbedaan waktu antara siang dan malam tidak terlalu signifikan.

Beberapa negara di kawasan tersebut, seperti Aljazair dan. Maroko, akan mengalami durasi puasa yang sedikit lebih panjang, sekitar 16 hingga 17 jam. Meskipun demikian, durasi ini tetap jauh. Lebih pendek di bandingkan dengan negara-negara di daerah kutub atau kawasan yang lebih dekat dengan Lingkaran Arktik. Di Aljazair, misalnya, umat Muslim harus berpuasa selama 16 jam 44 menit, sementara di negara-negara Skandinavia, durasi puasa bisa jauh lebih lama.

Durasi Puasa Terpanjang: Negara-Negara Skandinavia dan Kutub Utara

Di negara-negara dengan posisi geografis tinggi, seperti Swedia, Norwegia, dan Finlandia, umat Muslim akan mengalami durasi puasa yang sangat panjang, bahkan mencapai lebih dari 20 jam. Fenomena alam seperti matahari tengah malam, yang terjadi di daerah dekat. Lingkaran Arktik, menyebabkan siang hari yang sangat panjang, sehingga durasi puasa pun terpengaruh.

Misalnya, di Swedia, tepatnya di kota Kiruna, matahari hanya terbenam di bawah cakrawala selama beberapa menit saja, sementara di wilayah yang lebih utara, matahari bahkan tidak terbenam sama sekali. Di beberapa kota di utara Swedia, umat Muslim akan berpuasa selama sekitar 20 jam 30 menit. Kondisi serupa terjadi di Norwegia dan Finlandia, dengan durasi puasa mencapai 19 jam 9 menit di Finlandia.

Di Greenland, tepatnya di ibu kota Nuuk, umat Muslim juga akan berpuasa hingga 20 jam, karena fenomena yang sama, yaitu matahari tengah malam. Bahkan di Islandia, durasi puasa bisa mencapai hampir 20 jam, yaitu 19 jam 59 menit. Negara-negara di kawasan Alaska dan bagian utara Kanada juga akan mengalami pola yang serupa, dengan waktu puasa yang sangat panjang akibat siang hari yang lebih lama.

Perbedaan Durasi Puasa Berdasarkan Lokasi Geografis

Perbedaan durasi puasa ini menunjukkan betapa pentingnya faktor lokasi geografis dalam menentukan lama waktu puasa. Di kawasan dengan musim panas yang panjang, seperti Skandinavia, umat Muslim harus menyesuaikan diri dengan durasi puasa yang bisa sangat. Panjang, yang tentunya menantang, tetapi juga menjadi ujian kesabaran dan ketahanan iman. Di sisi lain, negara-negara yang terletak lebih dekat dengan. khatulistiwa akan mengalami. Durasi puasa yang lebih singkat, membuat ibadah ini terasa lebih mudah di hadapi.

Kesimpulan: Keberagaman dalam Ibadah Ramadan

Ramadan merupakan bulan penuh berkah yang di hadapi oleh umat. Muslim di seluruh dunia, dengan durasi puasa yang sangat bergantung pada lokasi geografis mereka. Meski demikian, Terlepas dari lamanya durasi puasa, umat Muslim di seluruh dunia. Tetap melaksanakan ibadah ini dengan penuh semangat dan kesabaran. Menjadikannya sebagai momen spiritual yang mempererat hubungan dengan Allah dan sesama. Dalam setiap kondisi, baik yang terpanjang maupun terpendek, umat Muslim tetap menunjukkan ketahanan dan keimanan yang luar biasa.

Sumber : Sindows.com

By ALEXA