Berita Dunia Terkini – Ketegangan antara Pakistan dan Afghanistan kembali menjadi sorotan publik internasional setelah muncul klaim bahwa Pakistan mendeklarasikan perang terhadap Afghanistan. Isu ini menyebar cepat dan memicu kekhawatiran di kawasan Asia Selatan, yang selama puluhan tahun menghadapi dinamika keamanan kompleks.

Namun, apakah Pakistan benar-benar menyatakan perang? Untuk memahami duduk perkaranya, kita perlu melihat latar belakang sejarah, dinamika politik terbaru, serta situasi keamanan di perbatasan kedua negara.Sejak 1893, persoalan perbatasan yang dikenal sebagai Garis Durand memicu ketegangan antara kedua negara. Pemerintahan kolonial Inggris menetapkan garis tersebut, namun hingga kini Afghanistan belum mengakuinya sebagai batas internasional yang sah. Pemerintah menganggap Garis Durand sebagai perbatasan resmi yang diakui secara internasional. Perbedaan sikap ini kerap memicu bentrokan di wilayah perbatasan, termasuk insiden tembak-menembak antara aparat keamanan kedua negara.

Sejak Taliban kembali berkuasa di Kabul pada Agustus 2021, hubungan kedua negara mengalami perubahan signifikan. Sebelumnya, banyak pihak menilai Pakistan memiliki kedekatan dengan Taliban. Namun, perkembangan terbaru menunjukkan hubungan yang tidak selalu sejalan.

Pemerintah Pakistan menuduh kelompok militan seperti Tehrik-i-Taliban Pakistan (TTP) beroperasi dari wilayah Afghanistan. Islamabad berkali-kali mendesak pemerintah Taliban di Kabul untuk menindak tegas kelompok tersebut.

Militer Pakistan melancarkan serangan lintas batas sebagai respons terhadap serangan militan. Pemerintah Afghanistan memprotes tindakan itu dan menyebutnya sebagai pelanggaran kedaulatan.


Benarkah Pakistan Mendeklarasikan Perang?

Dalam hukum internasional, suatu negara harus mengumumkan secara resmi deklarasi perang terhadap negara lain. Hingga saat ini, pemerintah Pakistan tidak pernah mengumumkan perang terhadap Afghanistan.

Yang terjadi di lapangan antara lain:

  • Militer Pakistan melakukan operasi terbatas di wilayah perbatasan

  • Aparat keamanan merespons serangan militan dengan serangan balasan

  • Otoritas perbatasan menutup jalur lintas negara untuk sementara waktu

  • Pejabat kedua negara mengeluarkan pernyataan diplomatik bernada keras

Media dan warganet kerap menggunakan istilah “deklarasi perang” untuk menggambarkan eskalasi ketegangan, tetapi istilah tersebut tidak mencerminkan keputusan resmi negara.


Dampak bagi Stabilitas Kawasan

Konflik terbuka antara Pakistan dan Afghanistan akan memengaruhi stabilitas Asia Selatan dan Asia Tengah. Negara-negara seperti India, China, dan Iran memiliki kepentingan strategis di kawasan tersebut.

Eskalasi konflik dapat:

  • Memicu gelombang pengungsi baru

  • Mengganggu jalur perdagangan regional

  • Memperkuat kelompok ekstremis

  • Mendorong campur tangan kekuatan global

Karena itu, banyak negara mendorong kedua pihak menempuh jalur diplomasi dan dialog keamanan.


Upaya Diplomasi dan Prospek ke Depan

Pakistan dan Afghanistan tetap memiliki kepentingan bersama untuk menjaga stabilitas perbatasan dan menekan aktivitas kelompok bersenjata non-negara. Pejabat militer dan diplomat kedua negara masih membuka ruang komunikasi untuk meredakan ketegangan.

Kedua pemerintah dapat memilih dialog, negosiasi keamanan, dan kerja sama intelijen untuk menghindari konflik terbuka. Selama para pemimpin mampu mengelola ketegangan secara langsung dan aktif, kawasan masih memiliki peluang untuk menjaga stabilitas.


Kesimpulan

Isu “Pakistan deklarasi perang dengan Afghanistan” perlu dipahami secara kritis. Ketegangan memang meningkat dan kedua pihak terlibat dalam sejumlah insiden militer. Namun, Pakistan tidak mengumumkan deklarasi perang secara resmi.

Situasi yang berkembang menunjukkan eskalasi konflik perbatasan akibat persoalan keamanan dan aktivitas kelompok militan. Masa depan hubungan kedua negara bergantung pada keputusan politik para pemimpinnya. Jika mereka mengutamakan dialog dan diplomasi, mereka dapat mencegah konflik meluas ke perang terbuka.

Sumber : CNN NEWS

By ALEXA