Berita Dunia Terkini – Serangan militer Amerika Serikat dan Israel ke Iran membuat akses internet di negara tersebut lumpuh total selama 24 jam pada akhir Februari 2026. Kondisi ini memicu kekhawatiran dunia internasional terhadap kebebasan informasi, komunikasi warga sipil, dan potensi eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.
Pemadaman internet nasional itu menjadi salah satu gangguan konektivitas terbesar yang pernah terjadi di Iran dalam beberapa tahun terakhir. Data dari lembaga pemantau internet global menunjukkan lalu lintas internet Iran turun drastis hingga mendekati nol persen hanya dalam beberapa jam setelah serangan dimulai.
Internet Iran Lumpuh Hampir Total
Laporan dari NetBlocks dan Cloudflare Radar menunjukkan konektivitas Iran turun lebih dari 96 persen sejak Sabtu, 28 Februari 2026. Gangguan total melanda sejumlah wilayah utama seperti Teheran, Isfahan, Fars, hingga Razavi Khorasan.
Kondisi tersebut membuat masyarakat Iran kesulitan mengakses layanan komunikasi dasar, media sosial, dan informasi terkait situasi keamanan di negaranya. Banyak warga juga tidak bisa menghubungi keluarga maupun kerabat di luar negeri akibat pembatasan akses digital.
Sejumlah analis keamanan siber menilai hanya jaringan tertentu milik pemerintah dan militer yang masih memiliki akses terbatas. Situasi ini memperlihatkan kemungkinan adanya pemutusan akses secara terpusat untuk mengontrol arus informasi selama konflik berlangsung.
Serangan AS-Israel Picu Kekacauan
Pemadaman internet terjadi bersamaan dengan operasi militer besar-besaran yang dilakukan AS dan Israel terhadap Iran. Serangan itu menargetkan sejumlah fasilitas strategis dan tokoh penting Iran.
Situasi semakin memanas setelah Iran meluncurkan serangan balasan ke beberapa target regional. Ketegangan tersebut memunculkan kekhawatiran terhadap meluasnya konflik bersenjata di Timur Tengah yang dapat memengaruhi stabilitas global, termasuk sektor energi dan ekonomi dunia.
Di tengah konflik, pemerintah Iran juga memperketat kontrol informasi dengan memutus akses internet internasional. Langkah itu bertujuan membatasi penyebaran berita, dokumentasi serangan, dan koordinasi aksi protes di dalam negeri.
Iran Sudah Lama Membatasi Internet
Sebelum konflik terbaru pecah, Iran memang dikenal sebagai salah satu negara dengan kontrol internet paling ketat di dunia. Pemerintah setempat selama bertahun-tahun menerapkan sensor terhadap berbagai platform global dan memperkuat sistem intranet nasional.
Sejak Januari 2026, pemerintah Iran beberapa kali membatasi akses internet setelah gelombang demonstrasi besar anti-pemerintah muncul di berbagai wilayah. Pembatasan itu berkembang menjadi blackout nasional berkepanjangan.
Sejumlah penelitian bahkan menyebut blackout Iran tahun 2026 sebagai salah satu pemutusan akses nasional terlama dan paling terstruktur dalam sejarah modern internet. Pemerintah mengendalikan sistem pemutusan tersebut melalui jalur koneksi internasional negara.
Dampak Besar bagi Warga Sipil
Lumpuhnya internet membawa dampak besar bagi kehidupan masyarakat Iran. Aktivitas bisnis digital, layanan pendidikan daring, transaksi keuangan, dan komunikasi darurat mengalami gangguan besar. Banyak warga hanya mengandalkan jaringan lokal dengan akses yang sangat terbatas.
Kondisi itu juga menyulitkan jurnalis dan organisasi kemanusiaan untuk memverifikasi situasi di lapangan. Minimnya informasi independen membuat dunia internasional semakin sulit memantau kondisi sebenarnya di Iran.
Sejumlah laporan menyebut sebagian warga mencoba menggunakan jaringan satelit seperti Starlink agar tetap terhubung dengan global. Namun akses tersebut hanya tersedia secara terbatas dan belum bisa digunakan secara luas.
Dunia Internasional Soroti Kebebasan Informasi
Pemadaman internet nasional di Iran memicu sorotan dari berbagai organisasi hak digital dan lembaga internasional. Mereka menilai akses internet merupakan hak fundamental masyarakat, terutama saat konflik dan krisis kemanusiaan terjadi.
Sejumlah pengamat menilai pemerintah Iran ingin mengendalikan narasi publik sekaligus mengurangi tekanan internasional melalui pemutusan konektivitas global. Namun langkah tersebut justru meningkatkan kekhawatiran terkait transparansi kondisi warga sipil di tengah perang.
Hingga kini belum ada kepastian mengenai waktu pemulihan akses internasional di Iran secara penuh. Pemerintah Iran kabarnya masih mempertimbangkan mekanisme pembukaan kembali jaringan global secara bertahap.
Sumber : CNN NEWS
