Berita Dunia Terkini – Selat Hormuz menjadi salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia karena menghubungkan Teluk Persia dengan Samudra Hindia. Jalur ini menyalurkan sekitar seperlima pasokan minyak global setiap hari. Dalam situasi konflik geopolitik terbaru, Iran mengambil langkah tegas dengan membatasi kapal tanker yang boleh melintas.

Kebijakan ini memengaruhi stabilitas kawasan sekaligus mengguncang pasar energi global dan jalur perdagangan internasional.

Kebijakan Iran: Hanya untuk Negara “Non-Hostile”

Iran menerapkan kebijakan selektif dan hanya mengizinkan kapal dari negara yang tidak memusuhi mereka untuk melintasi Selat Hormuz. Pemerintah tetap membuka jalur tersebut, tetapi mereka mengatur akses secara ketat.

Iran melarang kapal yang terkait dengan Amerika Serikat, Israel, dan sekutunya untuk melintas. Melalui kebijakan ini, Iran berusaha menekan lawan tanpa menghentikan sepenuhnya arus perdagangan global.

Negara-Negara yang Diizinkan iran untuk Melintas

Beberapa negara telah memperoleh izin atau akses terbatas dari Iran untuk melintasi Selat Hormuz.

1. Pakistan

Pakistan menjadi salah satu negara pertama yang memperoleh izin. Kapal tanker berbendera Pakistan berhasil melintasi selat setelah melakukan koordinasi dengan otoritas.

2. India

India juga mendapatkan pengecualian. Kapal tanker India, terutama yang mengangkut LPG, berhasil melintasi Selat Hormuz dengan aman.

3. Turki

Turki memperoleh izin terbatas. Kapal tertentu milik Turki dapat melintas, terutama yang memiliki hubungan operasional dengan pelabuhan.

4. China

China menjadi mitra penting di sektor energi. mengizinkan kapal tanker milik atau terkait China untuk melintas, dan kedua negara terus melakukan negosiasi untuk memperluas akses tersebut.

5. Bangladesh

Bangladesh mendapatkan izin khusus untuk kapal tanker minyak dan LNG. Kapal dari Bangladesh harus memberikan pemberitahuan terlebih dahulu kepada otoritas sebelum melintas.

Syarat dan Ketentuan iran untuk Melintas

Iran menetapkan sejumlah syarat bagi kapal yang ingin melintasi Selat Hormuz. Setiap kapal harus:

  • Melakukan koordinasi langsung dengan otoritas
  • Tidak terlibat dalam aksi militer atau dukungan terhadap musuh Iran
  • Mematuhi aturan keamanan di kawasan selat

juga memberikan izin secara selektif untuk setiap kapal, bukan untuk seluruh armada suatu negara.

Dampak terhadap Perdagangan Global

Pembatasan ini mengurangi jumlah kapal yang melintas di Selat Hormuz. Namun, sejumlah kapal tetap berhasil menyeberangi jalur tersebut selama konflik berlangsung.

Situasi ini mendorong kenaikan harga minyak dunia, mengganggu pasokan energi, dan meningkatkan ketidakpastian di industri pelayaran internasional. Negara yang bergantung pada impor energi dari Timur Tengah menghadapi dampak paling besar.

Kesimpulan

Iran mengizinkan kapal tanker dari negara tertentu untuk melintasi Selat Hormuz dengan pendekatan selektif. Negara seperti Pakistan, India, China, Turki, dan Bangladesh memperoleh akses terbatas.

Melalui kebijakan ini, menjaga pengaruhnya di jalur energi global sekaligus menekan negara lawan tanpa menutup sepenuhnya jalur vital tersebut.

Sumber : CNN NEWS

By ALEXA