Berita Dunia Terkini – Rusia menggempur ibu kota Ukraina, Kyiv, setelah Ukraina menolak usulan damai yang bertujuan menghentikan konflik berkepanjangan kedua negara. Ledakan dan sirene peringatan serangan udara menggema di berbagai wilayah kota. Warga merasakan kepanikan, dan sejumlah infrastruktur mengalami kerusakan akibat hantaman serangan.
Otoritas Ukraina mengerahkan sistem pertahanan udara untuk mencegat proyektil yang datang. Pasukan pertahanan menembak jatuh sebagian roket di udara, tetapi serpihan dan gelombang ledakan tetap menghantam bangunan serta mengganggu layanan publik.
Latar Belakang Penolakan Usulan Damai
Pemerintah Ukraina menolak usulan damai tersebut karena menilai beberapa poin merugikan kepentingan nasional dan mengancam kedaulatan wilayahnya. Rusia menanggapi penolakan itu dengan tudingan bahwa Ukraina tidak menunjukkan kemauan politik untuk bernegosiasi.
Situasi ini memperlihatkan kerumitan proses diplomasi di tengah perang yang terus berlangsung. Berbagai pihak internasional mendorong dialog, tetapi kedua negara belum mencapai kesepakatan yang sama-sama mereka terima.
Dampak Kemanusiaan Semakin Meluas
Serangan terbaru menyasar wilayah yang dekat dengan permukiman sehingga warga sipil menghadapi risiko besar. Ribuan orang meninggalkan rumah mereka untuk mencari tempat yang lebih aman, sementara yang lain memilih bertahan di tempat perlindungan bawah tanah. Lembaga kemanusiaan meningkatkan seruan agar pihak terkait membuka akses bantuan bagi korban.
Warga menghadapi gangguan listrik, kerusakan jaringan air, dan terhentinya aktivitas ekonomi di sejumlah wilayah. Sekolah serta fasilitas umum menghentikan pelayanan sementara demi menjaga keselamatan masyarakat.
Reaksi Internasional dan Seruan Gencatan Senjata
Komunitas internasional mengecam eskalasi serangan tersebut. Sejumlah negara dan organisasi global menyerukan gencatan senjata, melindungi warga sipil, dan menghormati hukum humaniter internasional. Para pemimpin dunia mendorong kedua pihak untuk kembali duduk di meja perundingan.
Tekanan diplomatik terus meningkat, tetapi kondisi di lapangan tetap berubah dengan cepat. Banyak pengamat menilai kedua negara masih menghadapi jalan panjang sebelum benar-benar mencapai perdamaian.
Penutup
Serangan Rusia terhadap Kyiv setelah penolakan usulan damai menunjukkan bahwa konflik Rusia–Ukraina masih terbuka dan belum menemukan solusi akhir. Masyarakat internasional terus berharap kedua pihak memilih jalur diplomasi untuk menghentikan pertumpahan darah dan memulihkan stabilitas kawasan.
Sumber : CNN NEWS
