Berita Dunia Terkini – Dunia kembali menghadapi ketegangan politik dan konflik internasional. Di satu sisi, sekelompok massa menuntut Donald Trump turun dari panggung politik. Di sisi lain, Thailand dan Kamboja kembali saling menembakkan senjata di wilayah perbatasan. Kombinasi dua isu ini menunjukkan betapa cepatnya dinamika geopolitik berubah dan bagaimana satu peristiwa dapat memicu reaksi di banyak tempat. Artikel ini membahas akar persoalan, perkembangan terbaru, serta dampaknya terhadap kawasan.


1. Latar Belakang Isu Trump

Massa Mengarahkan Tuntutan kepada Trump

Kelompok massa yang menyoroti peran Donald Trump mengkritik keterlibatan Amerika Serikat dalam konflik Thailand–Kamboja. Mereka menganggap Trump memengaruhi arah diplomasi dan memicu ketegangan politik global. Karena itu mereka menuntut Trump mundur sebagai bentuk protes simbolis.

Kritik terhadap Peran Trump

Para pengkritik menilai Trump mendorong pendekatan diplomasi yang tidak efektif. Mereka menuding Trump gagal meredakan ketegangan di kawasan Asia Tenggara sehingga konflik Thailand–Kamboja kembali meledak. Situasi ini memicu tuntutan agar Trump mengambil tanggung jawab politik.


2. Konflik Thailand–Kamboja: Kenapa Mereka Saling Tembak Lagi?

2.1 Akar Konflik yang Panjang

Thailand dan Kamboja terus berselisih mengenai batas wilayah karena masalah peta warisan kolonial. Kedua negara mengklaim area yang sama dan kerap menempatkan pasukan bersenjata di titik-titik yang sensitif. Kondisi ini membuat bentrokan mudah terjadi.

2.2 Bentrokan Terbaru

Pada pertengahan 2025, kedua militer kembali melepaskan tembakan di beberapa titik perbatasan. Pasukan Thailand menembakkan artileri ke arah posisi Kamboja, sementara pasukan Kamboja membalas dengan roket BM-21. Jet tempur F-16 Thailand ikut melintas di udara untuk menghalau pergerakan lawan.

Bentrok tersebut menimbulkan korban jiwa dan menyakiti warga sipil di sekitar lokasi. Pemerintah Thailand langsung menutup seluruh pos perbatasan dan mengerahkan pasukan tambahan untuk mengamankan wilayah.

2.3 Ketegangan Non-Militer

Selain baku tembak, pemerintah kedua negara juga memutus hubungan diplomatik level tertentu, menutup checkpoint perdagangan, dan membatasi komunikasi lintas perbatasan. Kebijakan ini memengaruhi ekonomi lokal dan memperburuk kondisi masyarakat.

Thailand dan Kamboja lalu menyepakati penarikan senjata berat, tetapi kedua pihak menuntut mekanisme pengawasan yang lebih transparan agar gencatan senjata berjalan efektif.


3. Hubungan Konflik Ini dengan Tuntutan terhadap Trump

Kritik atas Intervensi AS

Sebagian massa menuduh Amerika Serikat mencoba memengaruhi konflik kawasan. Mereka menganggap Trump mendorong pendekatan yang memanfaatkan ketegangan Asia Tenggara untuk kepentingan geopolitik AS. Mereka lalu mengarahkan tuntutan “Trump mundur” sebagai simbol penolakan terhadap intervensi asing.

Kekecewaan terhadap Diplomasi Global

Massa juga menilai Trump gagal membawa perubahan positif dalam upaya perdamaian. Mereka menilai konflik yang kembali pecah menunjukkan bahwa diplomasi internasional tidak berjalan. Tuntutan agar Trump mundur menggambarkan rasa frustrasi terhadap pendekatan global yang tidak membuahkan hasil.


4. Dampak dan Konsekuensi

4.1 Dampak di Kawasan

Konflik ini mengganggu stabilitas Asia Tenggara. Pemerintah Thailand dan Kamboja menutup jalur perdagangan yang selama ini menopang ekonomi daerah perbatasan. Warga yang bergantung pada aktivitas lintas batas langsung kehilangan penghasilan.

4.2 Dampak Internasional

Ketika konflik memanas, negara-negara lain ikut memerhatikan jalannya ketegangan. Negara yang terlibat dalam diplomasi, termasuk AS, menerima kritik karena gagal meredakan situasi. Reputasi internasional mereka terpengaruh karena konflik kembali pecah.

4.3 Dampak Kemanusiaan

Pertempuran ini melukai warga sipil dan memaksa sebagian dari mereka mengungsi. Banyak keluarga meninggalkan rumah untuk mencari tempat yang lebih aman. Sementara itu, ranjau dan sisa bahan peledak tetap mengancam warga yang tinggal di dekat wilayah konflik.


5. Solusi dan Harapan

Memperkuat Diplomasi Regional

ASEAN dapat mengambil peran lebih besar sebagai penengah. Thailand dan Kamboja perlu duduk bersama untuk meninjau ulang batas wilayah dan menyepakati proses penyelesaian jangka panjang.

Memastikan Pengawasan Gencatan Senjata

Kedua negara perlu membuat mekanisme gabungan yang mengawasi penarikan senjata berat. Mereka harus melibatkan pihak netral agar proses perdamaian berjalan transparan.

Melindungi Warga Sipil

Pemerintah harus menyediakan bantuan darurat, mempercepat pembersihan ranjau, dan memastikan warga kembali ke rumah dalam kondisi aman.

Mengurangi Ketergantungan pada Aktor Luar

Thailand dan Kamboja dapat mengutamakan negosiasi bilateral dan regional agar konflik tidak bergantung pada campur tangan negara besar tertentu. Pendekatan ini dapat mengurangi gesekan geopolitik yang muncul dari intervensi asing.


Kesimpulan

Judul “Massa Tuntut Trump Mundur sampai Thailand–Kamboja Saling Tembak Lagi” mencerminkan situasi global yang penuh tekanan. Tuntutan massa terhadap Trump menunjukkan kritik keras terhadap diplomasi internasional, sedangkan konflik Thailand–Kamboja menunjukkan betapa rapuhnya perdamaian perbatasan. Untuk keluar dari krisis, semua pihak perlu memperkuat dialog, menegakkan gencatan senjata, dan menempatkan keselamatan warga sipil di atas kepentingan politik.

Sumber : CNN NEWS

By ALEXA