Berita Dunia Terkini – Indonesia kembali melanjutkan langkah strategis untuk memperkuat pertahanan udara nasional. Pemerintah akan mendatangkan tiga unit pesawat tempur Rafale pada pertengahan tahun ini. Kedatangan alutsista modern tersebut menjadi bagian dari realisasi kontrak pengadaan antara pemerintah Indonesia dan perusahaan dirgantara asal Prancis, Dassault Aviation.

Program modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) terus berjalan di tubuh Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU). Dengan tambahan tiga unit terbaru, TNI AU akan memperkuat kesiapan operasional dalam menjaga kedaulatan wilayah udara nasional, terutama di kawasan strategis.

Bagian dari Kontrak Pengadaan Rafale

Pemerintah Indonesia telah menandatangani kontrak pembelian 42 unit Dassault Rafale secara bertahap. Pemerintah dan pihak produsen menyusun jadwal pengiriman sesuai kapasitas produksi dan kesiapan infrastruktur di dalam negeri.

Rafale memiliki kemampuan tempur multirole generasi 4.5. Pesawat ini mampu menjalankan misi udara-ke-udara, udara-ke-darat, serta pengintaian. Sistem avionik canggih, radar AESA, dan kemampuan membawa berbagai jenis persenjataan modern menjadikan Rafale sebagai salah satu pesawat tempur paling mumpuni di kelasnya. Kehadiran tiga unit tambahan ini akan memperkuat daya tangkal Indonesia di kawasan.

TNI AU akan mengintegrasikan Rafale ke dalam sistem pertahanan udara nasional agar seluruh unsur pertahanan dapat bekerja secara terpadu.

Peningkatan Kapabilitas dan Transfer Teknologi

Kerja sama Indonesia dan Prancis tidak hanya mencakup pembelian pesawat. Kedua negara juga menjalankan program pelatihan bagi pilot dan teknisi, menyediakan dukungan logistik, serta membuka peluang transfer teknologi. Melalui kerja sama ini, Indonesia ingin meningkatkan kemandirian industri pertahanan nasional.

TNI AU akan memanfaatkan Rafale untuk berbagai skenario operasi militer, mulai dari pertahanan udara hingga serangan presisi dan operasi gabungan bersama negara sahabat.

Langkah modernisasi ini juga membantu TNI AU menggantikan sejumlah pesawat tempur lama yang segera memasuki akhir masa operasional.

Memperkuat Posisi Indonesia di Kawasan

Pemerintah mengambil langkah penguatan armada tempur sebagai respons terhadap dinamika keamanan kawasan Indo-Pasifik yang semakin kompleks. Kehadiran Rafale akan memberi fleksibilitas dan daya tangkal yang lebih besar dalam menjaga stabilitas regional.

Indonesia memiliki wilayah udara yang sangat luas serta posisi strategis di jalur perdagangan internasional. Karena itu, pemerintah terus membangun sistem pertahanan udara yang andal dan responsif. Kedatangan tiga pesawat Rafale pada pertengahan tahun ini menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga kedaulatan dan keamanan nasional secara berkelanjutan.

Ke depan, pemerintah akan melanjutkan pengiriman unit Rafale berikutnya untuk memperkuat postur pertahanan udara dan mendorong transformasi kekuatan udara nasional.

Sumber : CNN NEWS

By ALEXA